
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas menguat tipis pada perdagangan Jumat (16/10) seiring pelemahan dolar AS memberikan dukungan terhadap logam mulia. Spot gold naik 0,2% ke US$4.176,92 per troy ounce pada pukul 11.20 GMT, meski masih turun sekitar 0,4% sepanjang pekan. Sementara itu, emas futures untuk pengiriman Desember naik 0,7% ke US$4.198,10 per troy ounce.
Dolar AS berada di jalur penurunan mingguan pertama dalam lima pekan, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya. Pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengenai kekuatan ekonomi AS juga tidak memberikan petunjuk baru mengenai kapan kenaikan suku bunga berikutnya akan dilakukan.
Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober, sementara peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 91% berdasarkan CME FedWatch. Ekspektasi tersebut tetap menjadi perhatian karena data PPI AS pada Kamis menunjukkan harga produsen meningkat paling cepat dalam 4,5 tahun, setelah data CPI sehari sebelumnya juga menunjukkan percepatan inflasi pada September.
Kenaikan inflasi menjadi tantangan bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, penurunan dolar dan yield Treasury berpotensi memberikan ruang bagi emas untuk kembali menguat. Analis ANZ bahkan menilai penurunan yield dan dolar dapat membuka peluang emas melanjutkan kenaikan hingga di atas US$5.000 per troy ounce pada 2027.
Di sisi lain, sejumlah perusahaan reksa dana besar di India menerbitkan pemberitahuan pada Kamis malam mengenai penghentian sementara pembelian dalam jumlah besar pada produk exchange-traded fund (ETF) emas. Langkah tersebut menjadi perkembangan lain yang diperhatikan pelaku pasar di tengah tingginya minat terhadap logam mulia.
Analisis Newsmaker: Penguatan emas saat ini lebih banyak ditopang oleh pelemahan dolar AS dan meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga pada Oktober. Namun, ruang kenaikan masih berhadapan dengan inflasi AS yang tetap panas, terutama setelah PPI mencatat kenaikan tertinggi dalam 4,5 tahun. Jika yield Treasury dan dolar kembali menguat, emas berpotensi menghadapi tekanan. Sebaliknya, apabila The Fed tetap menahan suku bunga pada Oktober dan tekanan terhadap dolar berlanjut, momentum rebound emas berpeluang semakin kuat.
Sumber: Newsmaker.id