
Trending
.jpeg)
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Mediator Qatar dilaporkan telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Proposal tersebut disebut mencakup tahapan tujuh hari yang berisi langkah-langkah pembangunan kepercayaan dari kedua pihak.
Pejabat yang mengetahui proses negosiasi mengatakan proposal tersebut telah disampaikan pada Minggu dan masih dipertimbangkan oleh Tehran. Respons Iran diharapkan muncul pada akhir pekan ini, sementara beberapa negara disebut akan bertindak sebagai penjamin kesepakatan.
Namun, seorang pejabat senior Iran yang terlibat dalam perundingan mengatakan Qatar hanya menyampaikan sejumlah gagasan yang tidak dapat diterima, bukan tawaran resmi. Tehran juga menegaskan bahwa kebijakannya terkait program nuklir tetap tidak berubah.
Washington menginginkan program nuklir Iran menjadi bagian dari pembahasan sejak awal. Sementara itu, Iran menuntut penghentian blokade AS terhadap pelabuhan serta pencabutan sanksi terhadap ekspor minyak Iran sebelum pembicaraan dapat dimulai.
Upaya diplomasi tersebut berlangsung ketika konflik telah memasuki bulan kedelapan dan mengganggu jalur pelayaran serta pasokan energi global. Qatar dan Pakistan memimpin upaya mediasi, sementara pejabat Arab Saudi, Turki, dan Pakistan juga bertemu dengan pihak Iran di Teheran untuk mendorong deeskalasi.
Risiko terhadap pasokan energi kembali meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyerang Arab Saudi. Serangan terhadap kilang minyak terbesar Arab Saudi, Ras Tanura, mendorong harga minyak naik lebih dari 1% dan meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan.
Ketidakpastian masih tinggi karena ancaman serangan baru tetap terbuka. Trump kembali mengancam kemungkinan serangan terhadap Iran, sementara pejabat keamanan Iran disebut telah menyiapkan rencana serangan terhadap kabel bawah laut di kawasan Teluk jika serangan AS dan Israel kembali terjadi. Kondisi ini membuat perkembangan diplomasi Qatar menjadi perhatian penting bagi stabilitas Timur Tengah dan pasar energi global.
Sumber : Newsmaker.id