
Trending
.jpg)
Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Inflasi zona euro kembali meningkat pada Oktober, mencapai 4% secara tahunan, naik dari 3,8% pada September. Angka tersebut menjadi level tertinggi sejak September 2023 sekaligus mencapai dua kali lipat target inflasi European Central Bank (ECB).
Tekanan harga terutama masih berasal dari sektor energi. Sementara itu, inflasi inti bertahan di 2,5%, sesuai ekspektasi, sedangkan inflasi jasa meningkat menjadi 3,3%. Kondisi ini menunjukkan tekanan harga mulai meluas meski belum sepenuhnya berasal dari sektor non-energi.
Kenaikan inflasi memperkuat peluang ECB untuk kembali menaikkan suku bunga. ECB sebelumnya mempertahankan suku bunga pada Oktober, tetapi sejumlah pejabat memberikan sinyal bahwa kebijakan pengetatan belum selesai. Presiden ECB Christine Lagarde juga menegaskan bahwa arah kebijakan masih bergantung pada perkembangan inflasi.
Pasar kini memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember, dengan proyeksi suku bunga deposito dapat mencapai 3% atau lebih pada tahun depan, dari level saat ini 2,5%. Bundesbank President Joachim Nagel bahkan menyebut kenaikan Desember kemungkinan diperlukan jika tekanan inflasi belum mereda.
Meski ekonomi zona euro sejauh ini masih cukup tangguh menghadapi perang di Timur Tengah dan tarif AS, kenaikan suku bunga dapat memberikan tekanan tambahan terhadap pertumbuhan. Faktor lain seperti kenaikan yield obligasi global dan rendahnya persediaan gas menjelang musim dingin juga menjadi risiko bagi perekonomian.
Analisis Newsmaker: inflasi 4% memperkuat posisi ECB untuk mempertahankan kebijakan hawkish. Jika tekanan harga energi dan jasa terus meningkat, peluang kenaikan suku bunga Desember semakin besar. Kondisi ini berpotensi mendukung euro, tetapi di sisi lain dapat menambah tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi zona euro. (arl)
Sumber: Newsmaker.id