
Trending

Gold Corner
Sumber: Newsmaker.id
RESUME PERGERAKAN GOLD & OIL
Periode 12 – 16 Oktober 2026
GOLD
Harga emas mengalami tekanan sepanjang pekan kemarin akibat penguatan dolar AS, tingginya imbal hasil Treasury, serta data inflasi CPI dan PPI AS yang lebih panas dari perkiraan. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter ketat The Fed dan membatasi kenaikan emas. Meski sempat mengalami rebound berkat pelemahan dolar dan penurunan yield obligasi, penguatan emas belum mampu bertahan. Secara keseluruhan, emas masih berada dalam tekanan dengan sentimen pasar yang cenderung berhati-hati terhadap arah suku bunga AS.
OIL
Harga minyak cenderung menguat sepanjang pekan didorong meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik Saudi-Houthi, serangan terhadap infrastruktur energi, dan ancaman gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Kekhawatiran terhadap pasokan global menjaga premi risiko minyak tetap tinggi. Sementara itu, potensi peningkatan produksi OPEC+, tambahan pasokan Rusia, serta rencana pelonggaran sanksi kapal tanker menjadi faktor pembatas kenaikan harga. Secara keseluruhan, sentimen minyak masih cenderung bullish akibat tingginya risiko gangguan pasokan energi global.
Skenario Gold Minggu Ini
Harga emas masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami tekanan bearish dari area US$4.600. Berdasarkan grafik harian, pergerakan harga mulai stabil di sekitar US$4.165, tetapi belum menunjukkan sinyal pembalikan tren yang kuat. Selama harga tertahan di bawah resistance US$4.200–4.250, tekanan jual masih berpotensi mendominasi.
Skenario Bullish: Jika emas mampu menembus dan ditutup di atas US$4.200, peluang rebound terbuka menuju US$4.250 hingga US$4.300. Penguatan di atas area tersebut dapat menjadi sinyal awal pemulihan harga yang lebih berkelanjutan.
Skenario Bearish: Jika harga gagal melewati US$4.200 dan kembali turun menembus support US$4.100, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju US$4.050 hingga US$4.000. Area ini menjadi zona penting untuk menentukan kelanjutan tren bearish.
Tengah dan kekhawatiran gangguan pasokan global masih menjadi faktor utama yang mendukung penguatan harga minyak.
Skenario Bullish: Jika Brent mampu menembus dan ditutup di atas US$112, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$115 hingga US$120 per barel. Penguatan ini dapat semakin didukung apabila risiko gangguan pasokan di Selat Hormuz kembali meningkat.
Skenario Bearish: Jika harga gagal menembus resistance US$110–112, Brent berpotensi mengalami koreksi menuju support US$105. Penembusan di bawah US$105 dapat membuka peluang pelemahan lanjutan menuju US$100 hingga US$95 per barel, terutama jika kekhawatiran pasokan mulai mereda.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.