
Trending

Analisis & Opini
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) kembali menguat pada perdagangan Jumat pagi dan bergerak ke sekitar US$4.171 per troy ounce saat berita ini ditulis. Penguatan tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah emas sebelumnya mengalami tekanan cukup dalam hingga menyentuh area US$4.100. Rebound kali ini menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali muncul setelah tekanan jual mereda, terutama ketika dolar AS dan yield Treasury mulai mengalami penurunan.
Dari sisi fundamental, salah satu katalis utama datang dari yield Treasury AS yang mulai turun setelah lelang obligasi tenor 30 tahun mendapat respons positif dari investor. Penurunan yield mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Pada saat yang sama, dolar AS juga melemah ke kisaran 102, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Kombinasi yield turun dan dolar melemah menjadi bahan bakar utama bagi rebound emas pagi ini.
Ekspektasi terhadap kebijakan The Fed juga mulai memberikan ruang bagi emas untuk bernapas. Meskipun FOMC Minutes menunjukkan mayoritas pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, pasar saat ini justru melihat kemungkinan The Fed menahan suku bunga pada Oktober. Pernyataan Christopher Waller yang membuka ruang untuk jeda semakin memperkuat pandangan tersebut. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat terus menurun, tekanan terhadap emas berpotensi semakin berkurang.
Secara teknikal, kenaikan menuju US$4.171 menunjukkan adanya rebound setelah emas menemukan tekanan beli di area rendah sebelumnya. Area US$4.170–US$4.200 kini menjadi zona yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah penguatan mampu berlanjut atau justru kembali menghadapi aksi ambil untung. Sementara itu, area sekitar US$4.100 menjadi support psikologis penting, dengan level terendah sebelumnya di sekitar US$4.066 sebagai batas bawah yang perlu diperhatikan apabila tekanan jual kembali muncul.
Newsmaker melihat, kenaikan Gold pagi ini belum cukup untuk langsung disebut sebagai pembalikan tren penuh, tetapi menunjukkan momentum bearish mulai kehilangan kekuatan. Selama yield Treasury dan dolar AS tetap melemah, emas memiliki ruang untuk melanjutkan rebound dan menguji area resistance berikutnya. Namun, apabila yield kembali melonjak atau pasar kembali memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, Gold berpotensi kembali terkoreksi. Jadi, kunci pergerakan berikutnya bukan hanya harga emas, tetapi apakah yield dan dolar mampu kembali naik atau justru terus melemah.