Nikkei Melemah, Saham Otomotif dan Elektronik Tertekan
Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah tipis pada awal pekan, terbebani tekanan di sektor otomotif dan elektronik di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lebih lama. Sentimen negatif juga datang dari kenaikan harga energi yang terus menekan prospek biaya produksi dan daya beli.
Nikkei tercatat turun 0,1% ke level 53.762,40. Sejumlah saham besar menjadi penekan utama, dengan Nissan Motor turun sekitar 3,1% dan Nidec Corp melemah 2,8%. Pelemahan di saham-saham sensitif energi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak lanjutan dari lonjakan harga minyak global.
Pasar Jepang memang sangat sensitif terhadap gejolak energi karena ketergantungannya pada impor. Kondisi ini makin menjadi perhatian setelah pemerintah Jepang memutuskan mulai melepaskan cadangan minyak nasional untuk meredam gangguan pasokan dan lonjakan harga bahan bakar akibat perang yang memukul arus energi dari kawasan Teluk.
Di pasar mata uang, dolar AS berada di kisaran 159,49 yen, sedikit lebih tinggi dibanding 159,40 yen saat penutupan pasar saham Tokyo pada Jumat. Pergerakan yen yang masih lemah turut menjadi perhatian, karena dapat memperbesar tekanan biaya impor Jepang, terutama ketika harga minyak tetap tinggi.
Untuk saat ini, investor masih fokus memantau perkembangan situasi di Iran dan bagaimana respons pemerintah Jepang terhadap konflik tersebut. Selama harga energi bertahan tinggi dan risiko geopolitik belum mereda, pergerakan saham Jepang berpotensi tetap rapuh, khususnya pada sektor yang paling terdampak oleh kenaikan biaya energi dan ketidakpastian global.(asd)
Sumber: Newsmaker.id