Gold Stabil di Tengah Optimisme Timur Tengah
Harga emas (XAU/USD) stabil pada hari Selasa (9/6), didukung oleh pelemahan Dolar AS dan turunnya harga minyak, di tengah tanda-tanda de-eskalasi konflik Timur Tengah yang memperbaiki sentimen pasar. Logam mulia ini diperdagangkan di sekitar $4.339 per ons, sedikit berubah setelah menyentuh level terendah dua setengah bulan pada hari Senin.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berada pada "tahap akhir" dan kesepakatan dapat tercapai dalam beberapa hari. Trump menambahkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah kesepakatan final tercapai. Pernyataan ini menambah optimisme setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan pasca eskalasi akhir pekan.
Meski Dolar AS lebih lemah, emas tetap tertekan karena ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka lebih panjang. Para pedagang tetap menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan Rabu untuk menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.
Tekanan inflasi tetap menjadi faktor utama: harga minyak yang tinggi akibat perang Timur Tengah telah mendorong inflasi naik. CPI tahunan naik menjadi 3,3% pada Maret dan 3,8% pada April, dengan perkiraan meningkat ke 4,2% pada Mei. Kenaikan lebih tajam dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, yang menekan emas, sedangkan inflasi lebih lembut dapat memicu rebound jangka pendek logam mulia.
Kenaikan emas tetap terbatas karena pasar meyakini suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka lebih lama, kecuali kesepakatan AS-Iran menghasilkan penurunan harga minyak yang berkelanjutan dan meredakan kekhawatiran inflasi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id